Jumat, 18 Mei 2018

Makalah METODE RISET SOSIAL

METODE RISET SOSIAL
Makalah Ini Dibuat Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Sosiologi
Dosen: Dr. H. Moh Mahbub, S,Ag., M.Si.

Disusun oleh :
Hesti Dwi Palupi (173231044)
Muhammad Muamar K. (173231047)
Hafizhan Pramanda P. (173231053)

SEJARAH PERADAPAN ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SURAKARTA
2018

BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Dalam proses melakukan pemahaman terhadap bagaimana memahami sosiologi hingga memperdalam mengenai ilmu tersebut, maka diperlukanlah adanya metode riset sosial atau sosiologi yang tepat dengan tujuannya tersebut dalam rangka untuk mencari tahu suatu persoalan ataupun masalah yang cukup penting atau sekedar ingin mengetahui bagaimana kondisi sesuatu. Dalam konteks tersebut untuk mempelajari sosiologi terdapat dua metode riset sosial yang perlu diketahui. Yang pertama, yakni metode kualitatif dan yang kedua yakni metode kuantitatif. Kedua metode tersebut memiliki keunggulan, tahapan serta perbedaan sendiri-sendiri. Untuk memahami metode riset kualitatif dan metode riset kuantitaif, maka kami sebagai pemakalah akan memaparkan melalui makalah yang kami buat ini serta maka dari itu kami membuat makalah ini selain sebagi tugas juga kami berharap makalah kami ini dapat bermanfaat bagi kita.
Untuk memperkuat analisis mengenai penelitian yang berkaitan dengan sosial agar mampu untuk memecahkan persoalan masyarakat baik yang berkaitan dengan sosial, politik, budaya dst yang secara umum tidak dapat terhindarkan dari kehidupan masyarakat. Mengenai metode penelitian sosial merupakan salah satu solusi yang harus dikembangjan oleh semua kalangan aga mampu nantinya memberikan penyelesaian mengenai suatu permasalahan tersebut guna terciptanya masyarakat yang berkompeten dalam segala hal agar dapat secara mudah memecahkan persoalan dalam masyarakat. Penelitian sosial juga dapat digunakan sebagai penyelidikan-penyelidikan yang dirancang untuk menambah ilmu pengetahuan sosial, gejala sosial atau praktik-praktik sosial. Istilah sosial ini menunjukkan pada hubungan-hubungan antara dan diantara orang-orang, kelompok-kelompok seperti keluarga, instituisi (sekolah, komunitas, organisasi dan lain sebagainya) dan lingkungan yang lebih besar.
 


Rumusan Masalah
Apa yang dimaksud dengan  penelitian sosial?
Apa yang dimaksud dengan kualitatif?
Apa yang dimaskud dengan kuantitatif?

Tujuan
Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan penelitian sosial.
Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan kualitatif.
Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan kuantitatitatif

BAB II
PEMBAHASAN
Penelitian Sosial
Usaha manusia untuk memenuhi dorongan rasa ingin tahu terhadap dunia sekitarnya itulah yang nantinya dapat menghasilkan penelitian. Usaha untuk memenuhi dorongan ingin tahu tersebut atau untuk mendapatkan jawaban serta penyelesaian terhadap masalah yang ditempuh dengan mengikuti metode-metode tertentu.
Penelitian adalah sebuah proses kegiatan yang bertujuan untuk mengetahui sesuatu secara teliti, kritis dalam mencari fakta-fakta dengan menggunakan langkah-langkah tertentu. Keinginan untuk mengetahui sesuatu tersebut secara teliti, muncul karena adanya suatu masalah yang membutuhkan jawaban yang benar. Berbagai alasan yang menjadi sebab munculnya sebuah penelitian. Misalnya, mengapa lalu lintas di Ibukota Jakarta sering macet?, mengapa disiplin karyawan/pegawai rendah?, mengapa prestasi siswa rendah?, mengapa kualitas pelayanan rendah?, mengapa kepuasan masyarakat terhadap kinerja instansi pemerintah rendah?. Fokus perhatian dalam suatu penelitian adalah masalah yang dituangkan dalam pertanyaan penelitian.
Penelitian atau riset adalah metode ilmiah secara formal sistematis untuk menjawab atau menyelesaikan masalah. Dalam pengertian yang senada Fuad Hasan dan Koentjoroningrat menegaskan bahwa penelitian merupakan usaha untuk menangkap gejala-gejala alam dan masyarakat berdasarkan disiplin metodologi ilmiah dengan tujuan menemukan prinsip-prinsip baru yang terkandung di dalam gejala-gejala tadi. Dapat juga dikatakan bahwa Riset adalah proses mengumpulkan, menganalisis, dan menerjemahkan informasi atau data secara sistematis untuk menambah pemahaman kita terhadap suatu fenomena tertentu yang menarik perhatian kita.
Selanjutnya mengenai pengertian dari penelitian sosial. Penelitian sosial adalah penggunaan metode ilmiah secara formal dan sistematis untuk menyelesaikan masalah-masalah di bidang sosial. Perbedaan pokok antara penelitian sosial dengan penelitian yang lain terletak pada sifat dasar dari kejadian atau gejala yang dipelajari. Obyek dari penelitian sosial adalah manusia. Apa yang mereka fikirkan, perbuatan mereka, perasaan mereka, bagaimana mereka berintegrasi satu sama lain. Jadi, sasarannya adalah manusia sebagai makhluk sosial. Manusia yang berfikir, bertindak, dan berperilaku karena keberadaannya di masyarakat.
Dalam proses penelitian atau kegiatan riset diperlukan metode yang jelas, yakni metode kualitatif dan metode kuantitatif. Metode penelitian kualitatif lebih menekankan pada metode penelitian observasi di lapangan dan datanya dianalisa dengan cara non-statistik meskipun tidak selalu harus menyertakan penggunaan angka.
Penelitian kualitatif lebih menekankan pada penggunaan diri si peneliti sebagai alat. Peneliti harus mampu mengungkap gejala sosial di lapangan dengan mengerahkan segenap fungsi inderawinya. Dengan demikian, peneliti harus dapat diterima oleh responden dan lingkungannya agar mampu mengungkap data yang tersembunyi melalui tutur bahasa, bahasa tubuh, perilaku maupun ungkapan-ungkapan yang berkembang dalam dunia dan lingkungan.
Kita melakukan penelitian bertujuan untuk menerangkan fenomena yangterjadi dan menarik minat kita untuk diamati atau menjawab pertanyaan apayang ingin kita peroleh karena itu hubungan antara penentuan masalah dantujuan penelitian sangat erat. Untuk memahami suatu fenomena, sering kaliseorang peneliti menghubungkan fenomena tersebut dengan fenomena yanglain. Misalnya, fenomena kenakalan remaja (perkelahian antarremaja disekolah menengah) dihubungkan dengan fenomena jarak lokasi sekolah danperbedaan kelas sosial; fenomena pemakaian jenis alat transportasi ke tempatkerja dengan fenomena penghasilan. Fenomena yang kita teliti dapatberhubungan dengan lebih dari satu fenomena yang lain, misalnya fenomenaperbedaan prestasi belajar mahasiswa dengan fenomena lingkungan keluarga,cara belajar, motivasi mahasiswa, keaktifan mahasiswa mengikutiperkuliahan. Dari faktor-faktor tersebut di atas dianalisis, mana yang palingerat hubungannya dengan prestasi belajar. Peneliti dapat mengambil kesimpulan, faktor mana yang paling berperan. Faktor yang paling berperan adalah faktor yang mempunyai hubungan paling erat dengan prestasi belajar.
Langkah-langkah dalam melakukan penelitian sosial adalah sama dengan langkah-langkah dalam melakukan penelitian yang lain, yaitu:
Pemilihan masalah
Biasanya peneliti untuk memiliki ide mengenai suatu permasalahan, kemungkinan masalah dapat timbul ketika peneliti melihat adanya kesenjangan antara apa yang diharapkan dengan kenyataan yang dirasa kurang puas ataukah ingin tahu.  Namun untuk memiliki topik atau permasalahan yang berbobot bisa diperoleh dari teori atau pengalaman-pengalaman penulis dan melalui literatur.
Topik atau suatu permasalahan itu berasal dari ide atau gagasan dari si penulis sendiri. Darimanapun diperolehnya topik tersebut, pada akhirnya penulislah yang harus mempertimbangkan dan menentukannya. Untuk itu peneliti hendaknya mempertimbangkan beberapa faktor sebagai berikut :
Topik harus benar-benar menarik
Topik cukup mempunyai permasalahan yang cukup mendesak untuk mendapatkan penyelesaian
Menghindari topik yang dapat mengganggu persatuan dan ketentraman masyarakat luas
Topik yang dipilih hendaknya maasih dalam jangkauan kemampuan penulis/ peneliti.
Tersedia cukup data yang diperlukan untuk dianalisis
Tersedianya biaya, waktu serta alat yang cukup
Pembangunan hipotesis melalui kajian pustaka
Hipotesis adalah penjelasan yang bersifat sementara untuk tingkah laku, kejadian atau peristiwa yang sudah ada atau akan terjadi, hipotesis dibuat atas dasar pengetahuan-pengetahuan yang diambil dari problematika-problematika yang timbul dari penelitian yang mendahuluinya.
Mengumpulkan, mengorganisasikan, dan menganalisis data
Mengumpilkan data dapat melalui observasi, wawancara, dst yang nantinya data tersebut selanjutnya di identifikasi atau diorganisasikan ke dalam data masing-masing variabel lalu data tersebut dianalisis berdasarkan persoalan yang hendak diketahui.
Verifikasi data
Menghubungkan atau memastikan data tersebut benar-benar ada serta disesuikan dengan data-data yang dibutuhkan dalam suatu permasalahan yang diangkat.
Memformulasikan kesimpulan-kesimpulan
Data-data tersebut kemudian diformulasikan atau dipadukan lalu dituangkan atau dibuat kesimpulan-kesimpulan.

Proses Penelitian Kuantitatif
Pendekatan kuantitatif ialah pendekatan yang di dalam usulan penelitian, proses, hipotesis, turun ke lapangan, analisis data dan kesimpulan data sampai dengan penulisannya mempergunakan aspek pengukuran, perhitungan, rumus dan kepastian data numerik. Salah satu metode pengambilan data yang biasanya digunakan dalam penelitian kuantitatif sendiri adalah dengan cara survei.
Seperti telah diketahui bahwa penelitian itu pada prinsipnya adalah untuk menjawab masalah. Masalah merupakan penyimpangan dari apa yang seharusnya dengan apa yang terjadi sesungguhnya. Penyimpangan antara aturan dengan pelaksanaan, teori dengan praktek, perencanaan dengan pelaksanaan dan sebagainya. Masalah itu harus digali melalui studi pendahuluan melalui fakta-fakta empiris. Supaya peneliti dapat menggali masalah dengan baik, maka peneliti harus menguasai teori melalui membaca berbagai referensi. Selanjutnya supaya masalah dapat dijawab maka dengan baik masalah tersebut dirumuskan spesifik, dan pada umumnya dibuat dalam bentuk kalimat tanya.
Maka setelah itu maka peneliti dapat menyusun instrumen penelitian. Instrument ini digunakan sebagai alat pengumpul data yang dapat berbentuk test, angket/ kuesioner, untuk pedoman wawancara atau observasi. Sebelum instrument digunakan untuk pengumpulan data, maka instrument penelitian harus terlebih dulu diuji validitas dan reliabilitasnya. Pengumpulan data dilakukan pada obyek tertentu baik yang berbentuk populasi maupun sampel. Bila peneliti ingin membuat generalisasi terhadap temuannya, maka sampel yang diambil harus representatif (mewakili). Setelah data terkumpul, maka selanjutnya dianalisis untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis yang diajukan dengan teknik statistik tertentu.
Kesimpulan adalah langkah terakhir dari suatu periode penelitian yang berupa jawaban terhadap rumusan masalah. Berdasarkan proses penelitian kuantitatif di atas maka tampak bahwa proses penelitian kuantitatif bersifat linier, dimana langkah-langkahnya jelas, mulai dari rumusan masalah, berteori, berhipotesis, mengumpulkan data, analisis data dan membuat kesimpulan dan saran. Penggunaan konsep dan teori yang relevan serta pengkajian terhadap hasil-hasil pene-litian yang mendahului guna menyusun hipotesis merupakan aspek logika (logico-hypothetico), sedangkan pemilihan metode penelitian, menyusun instrument, mengumpulkan data dan analisisnya adalah merupa-kan aspek metodologi untuk menverifikasikan hipotesis yang diajukan.
Beragam ciri yang terdapat dalam penelitian kuantitatif, ciri-ciri atau karakteristik dari penelitian tersebut adalah sebagai berikut:
Penelitian kuantitatif lebih bersifat spesifik, jelas, dan terperinci.
Etik, artinya dalam penelitian kuantitatif ini mementingkan pandangan orang lain.
Menunjukkan hubungan antar varlabel
Penelitian kuantitatif biasanya memulai dengan teori dan hipotesis (deduktif)
Komputer, kalkulator dan aplikasi stafistik menjadi instrumen utama jenis penelitian kuantitatif ini
Teknik pengumpulan data yang biasa digunakan dalam penelitian kuantitatif antara lain yaitu eksperjmen survei, dan angket.
Analisis dilakukan setelah pengumpulan data.
Hubungan dengan informan memiliki jarak dan berjangka pendek.
Proses Penelitian Kualitatif
Pendekatan kualitatif ialah pendekatan yang di dalam usulan penelitian, proses, hipotesis, turun ke lapangan, analisis data dan kesimpulan data sampai dengan penulisannya mempergunakan aspek-aspek kecenderungan, non perhitungan numerik, situasional deskriptif, interview mendalam, analisis isi, dst.
Setelah kita mendapatkan objek  penelitian, yang pertama yakni tahap orientasi atau deskripsi. Pada tahap ini peneliti mendeskripsikan apa yang dilihat, didengar, dirasakan dan ditanyakan. Mereka baru mengenal serba sepintas terhadap informasi yang diperolehnya. Tahap deskripsi data yang diperoleh cukup banyak, bervariasi dan belum tersusun secara jelas.
Lalu yang kedua disebut tahap reduksi/ fokus. Pada tahap ini peneliti mereduksi segala informasi yang telah diperoleh pada tahap pertama. Pada proses reduksi ini peneliti menyortir data dengan cara memilih data yang menarik, penting, berguna, dan baru. Data yang dirasa tidak dipakai disingkirkan. Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka data-data tersebut selanjutnya dikelompokan menjadi berbagai kategori yang ditetapkan sebagi fokus penelitian.
Tahap selanjutnya yakni tahap selection. Pada tahap ini peneliti menguraikan fokus yang telah ditetapkan menjadi lebih rinci. Ibaratnya pohon, kalau fokus itu baru pada aspek cabang, maka kalau pada tahap seleksi peneliti sudah mengurai sampai ranting, daun dan buahnya. Selanjutnya peneliti melakukan analisis yang mendalam terhadap data dan informasi yang diperoleh.
Menurut Cassell dan Symon, ciri-ciri dari sebuah penelitian kualitatif adalah:
Tidak adanya “angka” dalam pengolahan data;
Bertujuan untuk menjelaskan arti/maksud dari sebuah fenomena;
Umumnya meneliti tentang fenomena terkini;
Lebih fleksibel dibanding penelitian kuantitatif; dan
Memiliki aspek refleksi peneliti.
Bryman dan Bell menyebutkan bahwa dalam sebuah penelitian kualitatif, peneliti mencoba ‘melihat’ sebuah fenomena dari kacamata narasumber (“insider’s view”). Konteks adalah aspek yang sangat penting dalam sebuah penelitian kualitatif. Oleh karena itu, sebuah penelitian kualitatif harus mendeskripsikan dengan jelas, dan serinci mungkin, konteks yang terlibat (atau yang melekat) terhadap subyek penelitian. Konteks penelitian yang variatif dan pentingnya refleksi si peneliti terhadap data penelitian membuat penelitian kualitatif umumnya tidak berstruktur terlalu ketat.
Penelitian kualitatif mengasumsikan bahwa kebenaran (‘truth’) merupakan suatu hal yang subyektif (Cassel dan Symon, 1994). Epistemologi berbeda akan menghasilkan interpretasi yang berbeda pula, sehingga epistemology sangan memengaruhi keseluruhan proses penelitian. Beberapa metode yang digunakan penelitian kualitatif untuk mendapatkan data di antaranya adalah wawancara, focus group discussion (FGD) dan dokumen. Data sebuah penelitian kualitatif dapat berupa teks/tulisan dan gambar.
Pendekatan kualitatif sangat berguna jika subyek penelitian dianggap sangat kompleks, sehingga dibutuhkan penjelasan dan eksplorasi mendalam. Pendekatan ini juga dapat digunakan ketika teori atau konsep yang dipakai untuk memahami sebuah fenomena penelitian belum terbentuk dengan baik, sehingga masih banyak ruang bagi teori tersebut untuk dikembangkan lagi. Kekurangan dari pendekatan ini adalah terbatasnya lingkup generalisasi terhadap hasil penelitian yang didapat. Hal ini dikarenakan adanya konteks yang spesifik dalam penelitian tersebut, sehingga belum tentu penelitian ini dapat direplikasikan dalam konteks yang berbeda.
Terdapat bermacam-macam metode pengambilan data. Diantaranya yakni :
Wawancara
Wawancara merupakan metode pengambilan data yang umum digunakan untuk studi kualitatif, yang dilakukan terhadap orang-perorangan. Meski demikian, wawancara juga dapat dilakukan untuk mendapatkan data survei sebuah studi kuantitatif. Pada bagian ini, kami fokuskan pada perancangan dan pelaksanaan wawancara untuk sebuah studi kualitatif.
Survei
Survei merupakan salah satu metode pengambilan data yang sistematik, untuk mendapatkan informasi. Informasi yang dituju oleh sebuah survei dapat beragam, misalnya informasi faktual (contohnya data diri, pendapatan, dll), preferensi (contohnya pilihan makanan, dll), dan tingkah laku (contohnya kebiasaan merokok, dll). Informasi yang diperoleh kemudian dapat digunakan untuk melihat data tren dari sebuah fenomena.
Focus Group Discussion
Metode focus group discussion (FGD) adalah salah satu metode pengumpulan data yang digunakan untuk penelitian kualitatif. Dengan metode ini, sebuah grup narasumber akan ditanyakan pendapat, persepsi dan sikap mereka terhadap sebuah fenomena atau objek penelitian tertentu.
FGD merupakan suatu alat dimana peneliti dapat meneliti partisipan (atau narasumber) dalam kondisi yang lebih natural dibanding dengan wawancara perorangan. Pertanyaan-pertanyaan akan diajukan dalam kondisi grup yang interaktif dimana partisipan FGD sebagai narasumber penelitian tersebut dapat berbicara bebas dengan anggota grup lainnya. Jawaban dari pertanyaan dalam sebuah FGD dapat menjadi lebih kaya dan variatif dibanding jika pertanyaan tersebut ditanyakan melalui wawancara perorangan.
Metode Dokumentasi
Yaitu metode yang digunakan untuk mencari data mengenai hal-hal yang berupa benda-benda tertulis, buku-buku, majalah, dokumentasi, peraturan, catatan harian.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN

Jadi penelitian atau riset merupakan upaya proses mengumpulkan, menganalisis, dan menerjemahkan informasi atau data secara sistematis untuk menambah pemahaman kita terhadap suatu fenomena tertentu yang menarik perhatian kita. Yang nantinya akan dapat membantu menyelesaikan permasalahan tersebut serta memberikan pemahaman yang cukup mendalam dalam persoalan yang sedang di cari tahu. Metode riset sosial ini di bagi menjadi dua, yakni kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan Kuantitaif merupakan pendekatan yang di dalam usulan penelitian, proses, hipotesis, turun ke lapangan, analisis data dan kesimpulan data sampai dengan penulisannya mempergunakan aspek pengukuran, perhitungan, rumus dan kepastian data numerik. Salah satu metode pengambilan data yang biasanya digunakan dalam penelitian kuantitatif sendiri adalah dengan cara survei. Sedangkan dengan kualitatif merupakan Pendekatan kualitatif ialah pendekatan yang di dalam usulan penelitian, proses, hipotesis, turun ke lapangan, analisis data dan kesimpulan data sampai dengan penulisannya mempergunakan aspek-aspekkecenderungan, non perhitungan numerik, situasional deskriptif, interview mendalam, analisis isi, dst.
Serta untuk proses pengambilan datanya terdapat 4 cara yakni dengan survei atau observasi, wawancara, Focus Group Discussion, dokumentasi. Dalam pemilihan metode nantinya, yang menentukan adalah si peneliti sendiri, peneliti dapat memilih dan menyesuaikan kemampuan penggunaan kuantitatif ataupun kualitatif sendiri.

SARAN
Sebaiknya kita sebelum melakukan penelitian sosial harus memperhatikan tentang masalah yang akan di cari, persoalan apakah yang harus diselesaikan serta apakah masalah tersebut menarik untuk ditelusuri, pemerolehan sumber-sumber data yang dapat dijangkau serta bagaimana menyajikan data tersebut.

DAFTAR PUSTAKA
Black, James dan J. Champion, Dean. Metode dan Masalah Penelitian Sosial. Bandung: PT Eresco. 1992.
Musianto, Lukas S. Perbedaan Pendekatan Kuantitatif dengan Pendekatan Kualitatif dalam Metode Penelitian. Jurnal Manajemen & Kewirausahaan Vol. 4, No. 2, September 2002: 123 – 136.
Hayati, Naila. Pemilihan Metode yang Tepat dalam Penelitian (Metode Kuantitatif dan Metode Kualitatif). Jurnal Tarbiyah Al-Awlad (4) 2, 345-357.
Modul CREAME (Critical Research Methodology. Tentang Riset. CIPG
Nawai, Hadari dan Martini H. Instrumen Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. 1992.
Syaepurohman, Purnama. dkk. Sosiologi Pendidikan. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Jakarta.
Sumanto. Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan. Yogyakarta: Andi Offset. 1995.
Winarno, dkk. Dimensi Metodologis Dalam Penelitian Sosial. Surabaya: Usaha Nasional. 1992.
http://dosensosiologi.com/pengertian-penelitian-kuantitatif-ciri-dan-jenisnya-lengkap/   diakses pada hari Senin 14 Mei 2018 pada pukul 19.45




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Makalah TEORI KEKUASAAN, POLITIK DAN EKONOMI

BAB I PENDAHULUAN   Latar Belakang Manusia sebagai penguasa di muka bumi terlalu banyak jumlahnya hingga tidak terhitung oleh jari jemari...