Minggu, 13 Mei 2018

Makalah PERUBAHAN SOSIAL

BAB I
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Perubahan sosial merupakan hal yang tidak bisa terhindarkan. Perubahan sudah, sedang, dan akan terus terjadi, baik dalam kehidupan individu maupun kehidupan masyarakat. Sesuai dengan kenyataan yang ada dalam masyarakat saat ini, perubahan  sosial sudah berlangsung sangat pesat, baik itu perubahan yang sengaja direncanakan oleh para Agent of change maupun perubahan yang tidak direncanakan. Terjadinya perubahan social di kalangan masyarakat adalah hal yang wajar yang dialami oleh seluruh masyarakat di dunia. Akan tetapi tidak semua orang mempunyai kesepakatan sama dalam mengartikan proses perubahan sosial. Dalam perkembangannya pun para ahli memperlihatkan perbedaan dalam memahami perubahan sosial. Menurut Thorsten Veblen, perubahan sosial yang terjadi di masyarakat sangat ditentukan oleh teknologi. Namun demikian, sulit untuk dibantahkan bahwa teknologi sangat memengaruhi sikap dan prilaku manusia. Namun tidak semua perubahan sosial yang terjadi di masyarakat selalu berdampak positif, akan tetapi disisi lain pasti memiliki dampak negatif. Hal ini dapat kita lihat dalam realitas kehidupan masyarakat disekitar kita. Oleh karena itu pada makalah ini kami akan membahas mengenai perubahan sosial yang terjadi di lingkungan masyarakat sekitar.
Tidak ada masyarakat yang tidak mengalami perubahan, sebab kehidupan sosial adalah dinamis. Perubahan sosial merupakan bagian dari gejala kehidupan sosial, sehingga perubahan soaial merupakan gejala sosial yang normal. Perubahan sosial tidak dapat dipandang hanya dari satu sisi, sebab perubahan ini mengakibatkan perubahan disektor-sektor lain. Ini berarti perubahan sosial selalu menjalar ke berbagai bidang-bidang lainnya. Perubahan sosial dapat dilihat dari system nilai yang pada suatu saat berlaku akan tetapi disaat yang lain tidak berlaku. Misalnya, dahulu kantor pos memegang peranan penting untuk mengantar surat sampai ke tempat tujuan, kini kantor pos mengalami penurunan fungsi sejak ditemukan telepon genggam yang bisa menyampaikan pesan berbicara ataupun pesan SMS dengan lebih cepat.
Perubahan sosial tidak berarti kemajuan, tetapi tidak pula kemunduran, meskipun meskipun dinamika sosial selalu diarahkan pada gejala transformasi (pergeseran). Perubahan sosial ada yang direncanakan, seperti program pembangunan, dan perubahan sosial yang tidak direncanakan, seperti bencana alam, dll.

RUMUSAN MASALAH
Apa pengertian dari perubahan sosial ?
Apa saja faktor yang menyebabkan perubahan sosial ?
Bagaimana teori yang muncul pada konsep perubahan sosial ?
TUJUAN
Megetahui pengertian dari perubahan sosial.
Mengetahui  faktor yang menyebabkan perubahan sosial.
Mengetahui teori yang muncul pada konsep perubahan sosial.

BAB II
PEMBAHASAN
PENGERTIAN PERUBAHAN SOSIAL
Para sosiolog dan antropolog telah banyak mempersoalkan mengenai pembatasan pengertian perubahan sosial dan kebudayaan. Dengan demikian, diinventarisasi rumusan-rumusan seperti dibawah ini.
Maciver
Perubahan-perubahan sosial dikatakan sebagai perubahan-perubahan dalam hubungan sosial atau sebagai perubahan terhadap keseimbangan hubungan sosial.
Gillin dan Gillin
Perubahan sosial adalah suatu variasi dari cara-cara hidup yang diterima, baik karena perubahan-perubahan kondisi geografi, kebudayaan materiil, komposisi penduduk, ideologi maupun karena adanya difusi ataupun penemuan-penemuan baru dalam masyarakat. Secara singkat Samuel Koenig mengatakan bahwa perubahan sosial menunjuk pada modifikasi-modifikasi yang terjadi yang terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia yang terjadi karena sebab-sebab intern maupun ekstern.
Selo Soemardjan
Perubahan sosial adalah perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat, yang memengaruhi sistem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap, dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat. Tekanan pada definisi tersebut terletak pada lembaga-lembaga kemasyarakatan sebagai himpunan pokok manusia, yang kemudian memengaruhi segi-segi struktur masyarakat.
Kingsley Davis
Perubahan sosial adalah perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur masyarakat. Misalnya, timbulnya pengorganisasian buruh dalam masyarakat kapitalis telah menyebabkan perubahan dalam hubungan antara buruh dengan majikan dan seterusnya menyebabkan perubahan-perubahan dalam organisasi ekonomi dan politik.
FAKTOR PENYEBAB PERUBAHAN SOSIAL
Untuk mempelajari perubahan sosial, perlu diketahui terlebih dahulu sebab-sebab yang melatarbelakanginya. Apabila diteliti lebih mendalam mengenai sebab terjadinya suatu perubahan mungkin dikarenakan adanya sesuatu yang dianggap tidak memuaskan. Mungkin saja perubahan terjadi karena ada faktor baru yang lebih memuaskan masyarakat sebagai pengganti faktor yang lama itu. Mungkin juga masyarakat mengadakan perubahan karena terpaksa demi menyesuaikan suatu faktor dengan faktor-faktor lain yang sudah lebih dulu mengalami perubahan.
Pada umumnya diketahui faktor-faktor penyebab perubahan itu dapat berasal dari dari dalam masyarakat itu sendiri, namun dapat pula berasal dari luar masyarakat itu.
Faktor Internal
Bertambah dan berkurangnya penduduk
Pertambahan penduduk yang sangat cepat seperti di pulau Jawa menyebabkan terjadinya perubahan dalam struktur masyarakat, terutama lembaga-lembaga kemasyarakatannya. Misal, orang lantas mengenal hak milik individual atas tanah, sewa tanah, gadai tanah, bagi hasil dan selanjutnya, yang sebelumnya tidak dikenal.
Berkurangnya penduduk dapat disebabkan oleh berpindahya penduduk dari desa ke kota atau dari daerah satu ke daerah lain seperti transmigrasi. Perpindahan penduduk dapat menyebabkan kekosongan pada daerah yang ditinggalkan serta mempengaruhi perubahan struktur masyarakat dan lembaga masyarakat.
Penemuan-penemuan baru
Penemuan-penemuan baru sebagai sebab terjadinya perubahan sosial dapat dibedakan dalam pengertian-pengertian discovery dan invention. Discovery adalah penemuan unsur kebudayaan yang baru, baik berupa alat, ataupun ynag berupa gagasan yang diciptakan oleh seorang individu atau serangkaian ciptaan para individu. Discovery baru menjadi invention kalau masyarakat sudah mengakui, menerima serta menerapkan penemuan baru itu. Seringkali proses dari discovery menjadi invetion membutuhkan suatu rangkaian pencipta-pencipta.
Didalam setiap masyarakat tentu ada individu yang sadar akan adanya kekurangan dalam kebudayaan masyarakat. Di antara orang-orang tersebut banyak yang menerima kekurangan-kekurangan tersebut sebagai suatu hal yang harus diterima saja. Sedangkan ada individu yang tidak puas dengan keadaan, tetapi tidak mampu memperbaiki keadaan tersebut. Mereka inilah yang kemudian menjadi pencipta-pencipta baru. Keinginan akan kualitas juga merupakan pendorong bagi terciptanya penemuan-penemuan baru. Keinginan untuk mempertinggi kualitas suatu karya merupakan pendorong untuk meneliti kemungkinan-kemungkinan ciptaan baru.
Disamping penemuan-penemuan baru di bidang-bidang unsur jasmaniah, terdapat pula penemuan-penemuan baru di bidang unsur-unsur kebudayaan rohaniah. Misalnya ideologi baru, aliran baru, kepercayaan baru, sistem hukum yang baru dan seterusnya. Akan tetapi, yang terpenting adalah akibatnya terhadap lembaga –lembaga masyarakat, dan akibat lanjutnya pada bidang-bidang kehidupan lain. misalnya, dengan dikenalnya nasionalisme di Indonesia pada awal abad 20 melalui mereka yang pernah mengalami pendidikan barat , maka timbullah gerakan-gerakan yang menginginkan kemerdekaan politik yang kemudian menimbulkan lembaga-lembaga kemasyarakatan yang baru dikenal, yaitu partai politik.
Pertentangan (conflict) masyarakat
Pertentangan atau konflik masyarakat dapat mnyebabkan perubahan sosial dan budaya dalam masyarakat. Pertentangan mungkin terjadi antar individu atau antar kelompok. Umumnya masyarakat tradisional di Indonesia bersifat kolektif. Segala kegiatan didasarkan pada kepentingan masyarakat. Kepentingan individu walaupun diakui tetapi tidak mempunyai fungsi sosial. Tidak jarang timbul pertentangan antara kepentingan individu dengan kepentingan kelompoknya, yang dalam hal-hal tertentu dapat menyebabkan perubahan sosial.
Terjadinya pemberontakan atau revolusi di dalam tubuh masyarakat itu sendiri
Revolusi yang meletus pada oktober 1917 di Rusia telah menyulut terjadinya perubahan-perubahan besar bagi Negara Rusia yang mula-mula mempunyai bentuk kerajaan absolut berubah menjadi diktator proletarian yang dilandaskan pada doktrin marxis. Segenap lembaga kemasyarakatan, mulai dari bentuk negara sampai keluarga batih, mengalami perubahan mendasar. Revolusi yang menghasilkan perubahan sosial tidak hanya yang terjadi di Rusia saja, contoh lain adalah Revolusi Perancis yang tidak hanya menhasilkan perubahan sosial di negaranya, namun juga berdampak pada perubahan sosial di negara-negara lainnya yang ikut terdampak.
Faktor Eksternal
Sebab-sebab yang berasal dari lingkungan fisik yang ada di sekitar manusia
Terjadinya gempa bumu, angin topan, banjir besar, dan lain-lain dapat menyebabkan masyarakat yang mendiami wilayah tersebut harus meninggalkan tempat tinggalnya. Apabila masyarakat tersebut mendiami tempat tinggalnya yang baru, mereka harus menyesuaikan diri dengan kondisi alam dari lingkungan baru mereka. Hal tersebut dapat menyebabkan perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan. Sebagai contoh, bagi suatu masyarakat yang biasanya hidup dari berburu, kemudian menetap di suatu daerah pertanian, perpindahan itu akan melahirkan perubahan-perubahan dalam masyarakat tersebut, misalnya timbul lembaga kemasyarakatan baru yakni pertanian.
Sebab yang bersumber dari pada lingkungan alam fisik terkadang juga ditimbulkan oleh tindakan para warga masyarakat itu sendir. Misalnya, penggunaan tanah secara sembrono tanpa memperhitungkan kelestarian humus tanah, penebangan hutang tanpa memikirkan penanaman kembali, dan lain sebagainya.
Peperangan dengan negara lain
Peperangan dengan negara lain dapat pula menyebabkan terjadinya perubahan karena biasanya negara yang menang akan memakskan kebudayaannya pada negara yang kalah. Contohnya, adalah negara yang kalah pada Perang Dunia Kedua banyak sekali yang mengalami perubahan dalam lembaga kemasyarakatan. Negara-negara yang kalah dalam perang tersebut seperti Jerman dan Jepang mengalami perubahan besar dalam masyarakat.
Pengaruh kebudayaan masyarakat
Apabila sebab-sebab perubahan bersumber pada masyarakat lain, itu dapat terjadi karena kebudayaan dari masyarakat lain melancarkan pengaruhnya. Hubungan yang dilakukan secara fisik antara dua masyarakat mempunyai kecenderungan untuk menimbulkan timbal balik. Artinya, masing-masing masyarakat memengaruhi masyarakat lainnya, tetapi juga menerima pengaruh dari masyarakat yang lain.
Namun, apabila hubungan tersebut berjalan melalui alat-alat komunikasi masaa, ada kemungkinan pengaruh itu hanya datang dari satu pihak saja, yaitu masyarakat pengguna alat-alat komunikasi tersebut. Sementara itu, pihak tersebut hanya berkesempatan menerima pengaruh tanpa memiliki kesempatan untuk memberikan pengaruh balik.
Di dalam pertemuan dua kebudayaan tidak selalu akan terjadi proses saling memnegaruhi. Kadangkala pertemuan dua kebudayaan semacam itu yang tidak seimbang keduanya justru akan saling menolak. Keadaan semacam ini itu dinamakan cultural animosity.
TEORI PERUBAHAN SOSIAL
Ilmu sosiologi banyak dipengaruhi oleh beberapa ilmu pengetahuan lain baik itu biologi, geologi, dan banyak lagi. Oleh karena itu jangan heran kalau beberapa teori perubahan sosial yang akan dijelaskan menyebutkan beberapa pemikiran yang bukan orang sosiolog bahkan bukan orang dalam ilmu pengetahuan sosial. Hal ini tentu saja, seperti dijelaskan sebelumnya, perubahan sosial terjadi karena semua faktor yang ada dalam masyarakat baik dari dalam ataupun luar. Adapun faktor faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan sosial dari dalam seperti keadaan ekonomi, teknologi, ilmu pengetahuan, agama dan lainnya lalu faktor dari luar seperti bencana.
Lalu ada berapa teori perubahan sosial yang harus anda ketahui? Berikut macam macam teori perubahan sosial dibawah ini:
Teori Evolusi (Evolutionary Theory) 
Teori evolusi sepertinya sudah dengan dari mata pelajaran ataupun mata kuliah Biologi. Memang benar, teori perubahan sosial yang satu ini bersumber dari pemikiran Darwin yang kemudian dipelajari oleh ahli sosiolog Herbert Spencer sebagai patokan dalam teori perubahan sosial yang kemudian dikembangkan oleh Emile Durkheim (keren namanya kan) dan Ferdinand Tonnies.
Dalam teori perubahan sosial ini dijelaskan bahwa evolusi memengaruhi cara pengorganisasi masyarakat, utamanya yang berhubungan dengan sistem kerja. Berdasarkan pandangan tersebut, Tonnnies berpendapat bahwa masyarakat berubah dari tingkat peradapan sederhana ke tingkat peradapan yang lebih kompleks. 
Dalam teori perubahan sosial evolusi dapa dilihat terjadinya transformasi dari masyarakat. Mulai dari masyarakat tradisional yang memiliki pola pola sosial komunal yaitu pembagian dalam masyarakat yang didasarkan oleh siapa yang lebih tua atau senioritas bukan pada prestasi personal individu dalam masyarakat. Kemudian hal tersebut berubah ke arah yang lebih kompleks. 
Dalam teori perubahan sosial ini, sudah tentu dipengaruhi oleh waktu. Oleh karena itu, teori ini terbagi atas dua yaitu perubahan secara lambat atau evolusioner  dan secara cepat atau revolusioner.
Pengertian perubahan secara lambat atau evolusioner adalah perubahan yang terjadi dalam interval waktu yang cukup lama dan disertai dengan perubahan perubahan kecil dan terjadinya pergeseran sosial secara perlahan dan jarang menimbulkan konflik dalam masyarakat dan lembaga. 
Dalam perubahan sosial secara lambatlah yang membagi  beberapa teori perubahan sosial menjadi:
Unilinier Theories of Evolution
Teori evolusi unilinear adalah teori yang beranggapan bahwa manusia dan masyarakat serta kebudayaannya akan selalu mengalami perubahan sesuai dengan tahapan tahapan tertentu dari bentuk kehidupan yang sederhana ke bentuk kehidupan yang lebih komples. Teori perubahan sosial dikemukakan oleh beberapa ahli seperti August Comtee, Herbert Spencer, Vilfredo Pareto (Melakukan modifikasi menjadi teori siklus) dan Pitiim A. Sorokin. 
Sorokin sebagai pendukung teori perubahan sosial ini beranggapan bahwa masyarakat berkembang melalui tahap tahap yang masing masing didasarkan pada suatu kepercayaan sebagai tahap pertama; indera manusia sebagai tahap kedua; dan kebenaran sebagai tahap terakhir. Dalam teori ini, Spencer beranggapan bahwa tidak perlu melalui tahapan tertentu untuk masyarakat mengalami perubahan sosial, pasti terjadi. Dia menambahkan bahwa masyarakat merupakan hasil perkembangan kelompok homogen ke kelompok heterogen baik sifat maupun susunannya.
Multilined Theories Of Evolution 
Teori perubahan sosial ini lebih menekankan pada ketidaksepakatan tentang teori evolusi non linear. Hal ini dikarenakan masyarakat yang mengalami perubahan sosial tidak dapat ditentukan mengalami kemajuan (dengan kata lain linear). Dalam teori ini dijelaskan bahwa masyarakat bisa saja mengalami perubahan sosial berupa kemunduran. Dengan munculnya teori ini, para ahli sepakat bahwa perubahan sosial yang terjadi tidak dapat disamakan proses suksesi pada biologi, yang akan selalu mengalami kemajuan akan tetapi bersifat naik turun. Oleh karena itu teori evolusi unilinear tidak lagi dipergunakan.
Teori Konflik (Conflict Theory)
Teori perubahan sosial ini dipengaruhi oleh pandangan beberapa ahli seperti Karl Marx, Frederict Engle, dan Ralf Dahrendorft. Dalam teori perubahan sosial ini tentu saja memandang konflik sebagai sumber terjadinya perubahan dalam masyarakat. 
Teori ini melihat masyarakat dua kelompok atau kelas yang saling berkonflik yaitu kelas borjuis dan kelas proletariat. Kedua kelompok sosial dalam masyarakat ini dapat dianggap sebagai majikan dan pembantunya. Penderitaan merupakan sumber utama konflik yang ada dalam masyarakat menurut teori ini. Dengan kepemilikan harta dan hak hidup yang lebih banyak oleh kaum borjuis dan minimnya bagi kaum proletariat akan memicu konflik sosial dalam masyarakat sehingga terjadi revolusi sosial yang berakibat pada terjadinya perubahan sosial. Berdasarkan teori perubahan sosial ini, dijelaskan bahwa pada akhir revolusi, akan tercipta masyarakat yang hidup tanpa pembagian kelas, sama rata (betul betul utopia [editor]). Ditambahkan juga bahwa perubahan sosial terjadi pada dasarnya disebabkan oleh adanya konflik, dan konflik akan selalu ada di sembarang waktu dan tempat.
Teori Perubahan Sosial Dahrendorft
Teori perubahan sosial oleh Dahrendortf berisi tentang hubungan stabilitas struktural sosial dan adanya perubahan sosial dalam masyarakat. Perubahan perubahan yang terjadi dalam struktur kelas sosial akan berakibat pada dua hal yaitu normatif ideologi atau nilai dan faktual institusional. Kepentingan dalam hal ini dapat menjadi nilai serta realitas dalam masyarakat. 
Sesuai dengan teori konflik, persamaan atau equality merupakan hak bagi setiap warga negara. Apabila ada kepentingan suatu kelompok untuk menekankan persamaan tersebut, maka akan terjadi dua hal atau dua skenario dalam masyarakat yaitu:
Nilai persamaan yang diinginkan akan diterima dan dihayati (ideologis) oleh sebagian penduduk, yang berarti penduduk akan semakin tergila gila dengan persamaan tersebut dengan kata lain bersifat normatif ideologis.
Persamaan yang diinginkan tersebut akan diwujudkan dalam pengaturan kelembagaan seperti JAMKESMA bagi warga negara Indonesia, dan BOS Pendidikan 12 Tahun dan lainnya dengan kata lain bersifat faktual institusional.
Perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat seperti yang dijelaskan dalam teori ini, dapat terjadi bersamaan dan dapat juga terjadi salah satunya terlebih dahulu. 
Dalam teori perubahan sosial lebih lanjut (jika anda ingin pelajari yang lebih silahkan cari bukunya) menjelaskan tentang hubungan antara perubahan sosial pengaruhnya terhadap mobilitas sosial, dimana berbagai perubahan sosial telah memengaruhi status dan peranan sosial seseorang ataupun sekelompok orang. 
Teori Fungsionalis
Teori perubahan sosial ini melihat ketidakpuasan masyarakat terhadap kondisi sosial yang berlaku saat itu menjadi penyebab dari perubahan sosial. Dalam teori ini, Ogburn menambahkan tentang adanya bagian dalam masyarakat yang tidak ikut berubah, atau statis. Dengan kata lain, tidak semua segi dalam masyarakat dan kebudayaannya berubah dalam perubahan sosial yang terjadi.
Dalam teori ini, Ogburn mengkritik kelompok masyarakat yang menganggap kelompok lain yang tidak mengikuti perubahan sosial yang sebagai ketimpangan kebudayaan ataupun kesenjangan. Contoh perbandingan antara masyarakat Kajang Pedalaman dan masyarakat Bulukumba bagian perkotaan. Tentu saja hal ini dikarenakan perkembangan teknologi yang memberikan “loncatan” pada budaya yang ada. Teori perubahan sosial ini beranggapan bahwa kelompok yang masih merasa nyaman dengan yang telah ada, tidak akan ikut berubah, dan kelompok yang merasa tidak nyaman dengan kondisi saat itu akan berubah.
Teori Siklus
Teori perubahan sosial ini menjelaskan tentang perubahan sosial yang bagaikan roda yang sedang berputar, artinya perputaran zaman merupakan sesuatu yang tidak dapat dielak oleh manusia siapapun dan tidak dapat dikendalikan oleh siapapun. Bangkit dan mundurnya suatu peradapan merupakan bagian dari sifat alam yang tidak dapat dikembalikan. 
Teori ini diperkuat Ibnu Khaldun dalam bukunya yang terkenal sejagat “Muqadimah” (pembukaan paling tebal [Editor]) dan dan dijadikan sumber oleh Arnold Tonybee dalam mempelopori teori perubahan sosial ini.
Teori ini berhubungan dengan tantangan dan tanggapan. Apabila suatu masyarakat mampu memberikan tanggapan terhadap tantangan yang ada dalam peradapannya maka  masyarakat tersebut akan mengalami kemajuan. Akan tetapi, bila tidak mampu, maka akan terjadi kemunduran bahkan kehancuran. 
Teori Revolusi
Ini merupakan teori perubahan sosial yang terakhir dan tercepat. Seluruh masyarakat akan mengalaminya dan ikut berpartisipasi dalam peristiwa tersebut. Revolt merupakan asal katanya yaitu pemberontakan. Apabila sudah tidak ada kesesuaian dan kesepakatan antara masyarakat dan institusi yang ada (pemerintah) terhadap kondisi sosial dan struktur sosial maka skenario terburuk yang terjadi adalah pemberontakan atau revolusi.
Tentu saja, ada api maka ada asap. Syarat syarat terjadinya revolusi yaitu adanya keinginan untuk mengadakan perubahan dari mayoritas rakyat atau masyarakat yang ada. Kemudian adanya pemimpin yang siap mewadahi dan merumuskan perubahan sosial yang diharapkan. Selanjutnya yaitu waktu yang tepat untuk terjadinya revolusi, tentu saja perencanaan yang menyeluruh terhadap peristiwa revolusi.

BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Terjadinya perubahan social di kalangan masyarakat adalah hal yang wajar yang dialami oleh seluruh masyarakat di dunia. Akan tetapi tidak semua orang mempunyai kesepakatan sama dalam mengartikan proses perubahan sosial. Dalam perkembangannya pun para ahli memperlihatkan perbedaan dalam memahami perubahan sosial. Menurut Thorsten Veblen, perubahan sosial yang terjadi di masyarakat sangat ditentukan oleh teknologi. Namun demikian, sulit untuk dibantahkan bahwa teknologi sangat memengaruhi sikap dan prilaku manusia. Namun tidak semua perubahan sosial yang terjadi di masyarakat selalu berdampak positif, akan tetapi disisi lain pasti memiliki dampak negatif. Hal ini dapat kita lihat dalam realitas kehidupan masyarakat disekitar kita. Oleh karena itu pada makalah ini kami akan membahas mengenai perubahan sosial yang terjadi di lingkungan masyarakat sekitar.
terjadinya suatu perubahan mungkin dikarenakan adanya sesuatu yang dianggap tidak memuaskan. Mungkin saja perubahan terjadi karena ada faktor baru yang lebih memuaskan masyarakat sebagai pengganti faktor yang lama itu. Mungkin juga masyarakat mengadakan perubahan karena terpaksa demi menyesuaikan suatu faktor dengan faktor-faktor lain yang sudah lebih dulu mengalami perubahan.

DAFTAR PUSTAKA
Soekanto, Soerjono. 2006. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada
Anonim. 2015. “Pengertian Perubahan Sosial dan Teori Perubahan Sosial”. http://hariannetral.com/2015/09/pengertian-perubahan-sosial-dan-teori-perubahan-sosial.html. Di Unduh Pada Hari Kamis, 26 April 2018 Jam 16.39 WIB.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Makalah TEORI KEKUASAAN, POLITIK DAN EKONOMI

BAB I PENDAHULUAN   Latar Belakang Manusia sebagai penguasa di muka bumi terlalu banyak jumlahnya hingga tidak terhitung oleh jari jemari...